Ilmu kesehatan kanker korpus uteri


Kanker Korpus Uteri

Kanker endometrium adalah keganasan ginekologik yang terbanyak ditemukan, dimana di amerika serikat dua kali lebih sering ditemukan dibanding kersinoma serviks. ini adalah keganasan keempat yng terbanyak ditemukan pada wanita amerika serikat setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. terdapat peningkatan insidensi kanker endometrium pada tahun 1970-an yang mungkin sebagian berkaitan dengan meningkatnya penggunaan esterogen tunggal (unopposed esterogen) oleh wanita pasca menopause. sejak penggunaan esterogen tunggal telah dibatasi, insidensinya turun kembali ke angka semula. kebanyakan tumor yang berhubungan dengan pengobatan ini mempunyai stadium dan tingkat yang rendah, selama 30 tahun terakhir, angka mortalitas keseluruhan telah turun.

EPIDEMIOLOGI DAN ETIOOGI

Umur median untuk kanker endometrium adalah sekitar 60 tahun. faktor risiko yang berhubungan dengan munculnya karsinoma endometrium dicantumkan pada tabel 53-1. Banyak dari faktor-faktor ini berhubungan dengan perangsangan endometrium yang berlangsung lama dengan estrogen tunggal. kalau efek proliferatif esterogen tidak dilawan dengan progestin, hiperprasia endomtrium dan barangkali adenosinoma dapat timbul.

Obesitas mengakibatkan meningktnya aromatis diluar ovarium dari androstenedion menjadi eston. Androstedion disekresi oleh kelenjar adrenal, sementara meningkatnya perubahan perifer terutama trjadi pada depot lemak tetapi juga terjadi pada hati, ginjal, dan otot rangka. Tumor sel teka granulosa pada ovarium menghasilkan estrogen, dan sampai 15 persen dari penderita tumor ini juga mengidap kanker endometrium.

Perangsangan esterogen tunggal juga terjadi pada pasien anovulatori pra-menopause, misalnya pada mereka yang mengalami sindroma ovarium polikistik (sindroma Stein-Leventhal), dan pada wanita yang memekan pengganti estrogen pasca menopause tanpa progestin untuk gejala menopause. Dalam kelompok yang berakhir ini, risiko berkembangnya kanker tampaknya bergantung pada dosis dan bergantung pada lama pemakaian. Peningkatan resiko ini bervariasi dari dua kali hingga 14 kali lipat dibandingkan dengan bukan pemakai. penambahan progestin oral selama 10 sampai 14 hari terakhir dari suatu bulan akan menyingkirkan resiko ini. wanita muda yang menggunakan kontrasepsi oral terbukti mempunyai insidensi yang lebih rendah terhadap kanker endometrium di kemudian hari.

PENYARINGAN PADA WANITA YANG ASIMPTOMATIK

Penyaringan sitologik terhadap kanker endometrium pada wanita yang asiptomatik tidak begitu efektif dibanding penyaringan terhadap kanker erviks, karena sekitar 40 persen saja dari kasus mempunyai sel adenokarsinoma yang dideteksi pada sediaan apus papanicolaou. selain itu, penarikan contoh endometrium secara rutin pada semua wanita pasca menopause ternyata tidak praktis atau efektif-biaya. teknik pasien poliklinik untuk penarikan contoh endometrium antara lain adalah penggunaan kuret kevorkian, aspirator Vabra, pencuci dorong Gravlee, dan kanula Pipelle. Teknik ini mempunyai ketelitian diagnostik sekitar 90 persen.

Pasien pra-menepause yang mengalami anovulasi kronis harus menjalani pengambilan contoh endometrium secara berkala untuk menyingkirkan hiperplasia endometrium atau karsinoma. demikian juga, wanita pasca-menopause yang menerima terapi esterogen yang tunggal idealnya harus menjalani biopsi endometrium setiap tahun. pasien berisiko tinggi yang lain, misalnya mereka yang kegemukan, nulipara, hipertensif, diabetes, atau yang mempunyai riwayat keluarga adenokarsinoma, juga harus menjalani pengambilan contoh endometrium.

GEJALA

Gejala yang paling lazim dari kanker endometrium adalah perdarahan vagina yang abnormal; ini terjadi pada 90 persen dari pasien semacam itu. perdarahan pasca menepause selalu abnormal dan harus diselidiki. Keadaan yang paling lazim yang berhubungan dengan perdarahan pasca menopause tercantum pada tabel 53-2. Meskipun peristiwa tunggal munculnya bercak-bercak vagina paling mungkin diakibatkan oleh lesi yang tak ganas, doketr harus menyingkirkan adanya keganasan. Semakin tua pasien, semakin mungkin dia menderita kanker. Pada pasien pra-menepause, terutama setelah berumur 35 tahun, menorgia atau perdarahan haid dapat mengisyaratkan adanya lesi endometrium.

TANDA-TANDA

Pemeriksaan fisik umunya dapat mengungkapkan obesitas, hipertensi, dan stigmata diabetes mellitus. bukti penyakit metastatik bersifat luar biasa pada gejala awal, tetapi dada harus diperksa untuk mencari ada tidaknya efusi dan perut dipalpasi dan dipukul secara hati-hati untuk menyingkirkan asites, hepatosplenomegali, atau bukti adanya massa pada perut bagian atas. Setiap bukti limfadenopati umum harus dicari.

Pada pemeriksaan pelvis, alat kelamin luar biasanya normal. Vagina dan serviks biasanya juga normal tetapi harus diperiksa dan dipalpasi secara hati-hati untuk mencari ada tidaknya bukti keterlibatan. Mulut serviks yang terbuka atau serviks keras yang meluas dapat menunjukkan meluasnya penyakit dari korpus serviks. Rahim mungkin berukuran normal atau membesar, tergantung pada tingkat penyakit itu dan ada tidaknya keadaan rahim yang lain, misalnya adenomiosis atau fibroid. Adneksa dengan hati-hati dipalpasi untuk mencari ada tidaknya bukti metastasis ekstrauterin atau neoplasma ovarium. Tumor sel granulosa atau karsinoma ovarium endometrioid kadang-kadang dapat ada bersama-sama dengan kanker endometrium.

Tabel 53-2 Etiologi Perdarahan Pasca Menepause

Faktor

Perkiraan Persentase 

Eksterogen eksogen 

30 

Endometritis/vaginalis yang mengalami atrovi 

30 

Kankerendometrium 

15 

Polip endometrium atau servikal 

10 

Hiperplasia endometrium 

Bermacam-macam (misalkan,kanker seviks,sarkoma rahim,karunkula uretra,cedera)

10 

 

 

 

 

 

DIAGNOSIS

Setiap wanita yang mengalami perdarahan pasca menepause harus menjalani sediaan apus papanicalaou, kuretase endoserviks, dan biopsi endometrium yang dilakukan dalam poliklinik. Kalau biopsi endometrium negatif atau memeperlihatkan hiperplasia endometrium, dilatasi dan kuretase fraksional harus dilakukan dibawah anestesia umum atau direncanakan suatu histeroskopi pada pasien piloklinik. Spesimen dari endometrium dan endoserviks harus dikirimkan secara terpisah bagi keperluan evaluasi histologi untuk mementukan apakah tumor melus ke endoserviks. Diagnosis kanker endometrium pada pasien pra-menopause membutuhkan indeks kecurigaan yang tinggi, tetapi pada seorang pasien dengan faktor-faktor resiko tinggi dan perdarahan rahim yang abnormal, harus dilakukan pemeriksaan serupa. Lesi yang sangat nyata pada serviks atau vagina harus dilakukan biopsi secara langsung.

PENENTUAN STADIUM

Federasi Internasiol Ahli Ginekologi dan Obstetrik (FIGO) telah mengubah dari sistem penentuan stadium klinik menjadi pemdedahan untuk kanker endometrium. Penentuan stadium klinik lama diperlihatkan pada tabel 53-3, sementara penentuan stadium pembedahan yang baru, berdasarkan pemastian patologik atas tingkat penyebarannya, diperlihatkan pada tabel 53-4.

PENYELIDIKAN SEBELUM PEMBEDAHAN

Selain pemeriksaan fisik yang menyeluruh, uji darah harus mencakup hitung darah lengkap, enzim hati, elektrolit seru, nitrogen ureum darah, kreatinin serum, dan profil koagulasi/pembekuan. Urinalisa rutin juga harus diperoleh. Penelitian radiologik mencakup radiografi dada dan radiografik tulang jika terdapat nyeri tulang. Uji radigrafik tambahan yang mencakup skan tomografik komputer (CT) abdominopelvik, pielogram intra vena (IVP), dan barium enema hanya dilakukan kalau diindikasikan. Pemeriksaan guaiak tinja harus dilakukan untuk darah menguji darah yang samar.

PATOLOGI

Terdapat beberapa jenis hisstologi karsinoma endometrium. sekitar 75 persen kasusu adalah adenokarsinoma murni. Bila terdapat unsur skuamosa yang benigna, tumor itu kadang-kadang disebut adenoakantoma. Lesi yang berisi epitel skuamosa yang ganas disebut karsinoma adenosquamosa dan mempunyai prognosisi yang lebih buruk. Lebih jarang lagi, sel yang jernih, karsinoma squamosa, atau karsinoma serosa papiler terjadi pada endometrium. Penyakit-penyajit itu juga membawa pronosis yang buruk.

Adenokarsinoma invasif pada endometrium menunjukkan pembentukan kelenjar proliferatif dengan sedikit atau tanpa gengguan stroma. derajat tumor ditentukan oleh tingkat kelainan dari arsitektur kelenjar. Lesi yang berdiferensiasi baik (derajat 1) membentuk suatu pola kelenjar yang mieip dengan kelenjar endometrium yang normal. Lesi yang berdiferensiasi sedang (derajat 2) mempunyai stuktur kelenjar yang bercampur dengan daerah papiler, dan kadang-kadang daerah padat, daerah tumor. Pada lesi yang berdiferensiasi buruk (derajat 3), struktur kelenjar sebagian besar telah menjadi padat dengan kekurangan relatif atas kelenjar endometrium yang dapat diidentifikasi.

POLA PENYEBARAN

Kanker endometrium menyebar dengan cara (1) penjalaran langsung, (2) eksfoliasi yang disebarkan melalui tuba falopii ke rahim, (3) diseminasi limfatik, dan (4) diseminasi hematogen.

Jalur penyebaran yang paling lazim adalah penjalaran tumor langsung ke struktur yang bersebelahan.Tumor dapat menyerang melalui miometrium dan akhrirnya menembus serosa. Ini juga dapat berkembang ke bawah dan melibatkan serfiks. Meskipun sangat jarang terjadi, pelajaran langsung yang progresif akhirnya dapat melibatkan vagina, parametrium, rektum, atau kandung kemih. Sel eksfolisasi yang melewati tuba falopii dapat berimplantasi pada ovarium, peritoneum, rektu atau kandung kemih. Sel eksfolisasi yang melewati tuba falopii dapat berimplikasi pada ovarium, peritonium visera atau parietal, atau omentum.

Penyebaran limfatik paling sering terjadi pada pasien yang menderita penetrasi miometrium yang bermakna. Penyebaran terutama terjadi pada kelenjar-kelenjar getah bening pelvis dan sesudah itu kelenjar-kelenjar getah bening periaorta. insidensi dari metastasis kelenjar getah bening bergantunng pada derajat tumor dan kedalaman invasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s