pencemaran lingkungan

BAB 1

A. Latar belakang

“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan

Kemajuan ilmu dan teknologi manusia telah banyak membawa kesejahteraan hidup masyarakat.namun tampaknya kesejahteraan ini diperoleh tanpa resiko terhadap ancaman eksitensi manusia sebagai organisme hidup.

B. Rumusan masalah

1. Pencemaran lingkungan, masalah masyarakat modern hari ini

2. Apa saja yang dapat menjadi medium bahan pencemaran ?

3. Factor factor apa saja yang dapat memicu pencemaran ?

4. Apa bahaya dari pencemaran kepada kehidupan manusia ?

5. Bagaimana cara meminialisir pencemaran dan dampaknya?

C. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini yaitu

1. Mahasiswa mengetahui pencemaran lingkungan dan akibat yang di timbulkan.

2. Mensosialisasikan masalah pencemaran sebagai masalah yang urgen

3. Mahasiswa bias memprediksi cara cara meminimalkan pencemaran

4. Adanya gerakan nyata dari rekan rekan mahasiswa sebagai jawaban dari permasalahan didalam masyarakat

Bab 2

Pembahasan

A. LANDASAN TEORI

Pengertian pencemaran udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12 mengenai Pencemaran Lingkungan yaitu pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api yang mengeluarkan debu, gas, dan awan panas.

Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat,energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

B. PENGERTIAN LINGKUNGAN DAN JENIS-JENISNYA

“Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.

Pencemaran lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat. Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi:

Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan

Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

a) Pencemaran Air

Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT

b) Pencemaran Tanah

Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

c) Pencemaran Udara

Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

i. Pencemar Udara Berbentuk Gas

Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

ii. Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat

Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. Proses-proses alam, antara lain

· pembusukan secara biologis,

· aktivitas gunung berapi,

· terbakarnya semak-semak,

· halilintar.

2. Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:

§ Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor.

§ Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batubara.

§ Proses-proses dalam pabrik.

§ Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut  di atas.

Pencemaran lingkungan ini sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, sejak adanya manusia, tetapi baru abad 20 pencemaran yang diakibatkan karena manusia ini menjadi pokok bahasan pada semua kalangan masyarakat dan perlu mendapat penanganan dan pengawasan secara serius.

Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi;

I. Faktor Industrialisasi

II. Faktor Urbanisasi

III. Faktor Kepadatan Penduduk

IV. Faktor Cara Hidup

V. Faktor Perkembangan Ekonomi

Faktor-faktor di atas saling mempengaruhi secara kompleks. Apabila salah satu faktor terjadi, maka faktor lainnya dapat terjadi, dengan demikian terjadinya pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari.

Contoh-contoh faktor-faktor yang sangat mengganggu lingkungan hidup antara lain:

1. Faktor Industrialisasi

· Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.

· Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan energy

· Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.

2. Faktor Urbanisasi

· Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan system

· transportasi.

· Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil?samping selama proses-proses di atas.

3. Faktor Kepadatan Penduduk

· Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan.

· Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.

· Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup.

· Faktor Cara Hidup

· Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.

· Tuntutan akan kemewahan.

· Pemborosan energi.

· Faktor Perkembangan Ekonomi

· Meningkatnya penggunaan bahan sumber, misal BBM, hasil hutan.

· Meningkatnya sisa-sisa buangan sebagai hasil sampingan produksi barang-barang kepentingan dalam pabrik dan meningkatnya bahan pencemaran

Tabel 1 AKTIVITAS MANUSIA DAN HASIL SAMPING YANG DITIMBULKAN

 

Jenis Aktivitas

Hasil Samping yang ditimbulkan

1

Rumah Tangga

Pembuangan kotoran, air kotoran Sampah Pencemaran udara Kebutuhan tempat tinggal, dan lain-lain

2

Transportasi

Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran Suara Kecelakaan Kebutuhan tanah untuk jalan, dan lain-lain

3

Industri dan Pabrik

Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran tanah Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Pencemaran panas Suara/kebisingan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.

4

Pertambangan

Pencemaran udara karena demu Pencemaran air Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Kebutuhan tanah, dan lain-lain.

5

Pertanian

Pencemaran Air Pencemaran tanah Buagan kotoran Kebutuhan tanah, dan lain-lain.

Tabel 2 SUMBER ENERGI DAN PENGARUHNYA

No

Sumber Energi

Pengaruh pada lingkungan

1

Energi Matahari

Pertambangan bahan-bahan galian Pemanfaatan tempat tinggal

2

Batubara

Pertambangan Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran panas

3

Minyak Bumi

Pencemaran udara karena pembakaran Pencemaran air

4

Gas Alam

Pencemaran udara karena pembakaran

5

Nuklir

Pencemaran udara karena radiasi Pemcemaran panas Penumpukan sisa buangan

6

Biomass

Penggunaan tanah Pencemaran udara

D. AKIBAT YANG DI TIMBULKAN OLEH PENCEMARAN

1. Punahnya Spesies

Bahan pencemar lazimnya berbahaya bagi kehidupan biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., adpula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.

2. Peledakan Hama

Penggunaan pestisida dan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan

Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi biologis dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

4. Kesuburan Tanah Berkurang

Penggunaan pestisida dan insektisida dapat berdampak kematian fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

5. Keracunan dan Penyakit

Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

6. Pemekatan Hayati

Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition.

7. Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca

Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain.

E. CARA MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN

Peranan Manusia Mengatasi Pencemaran Lingkungan

1. Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi pencemaran lingkungan akan diuraikan berikut ini:

2. Melakukan Penghijauan Salah satu cara mengatasi pencemaran tanah adalah penghijauan kembali dengan cara memberi humus tanah, sehingga tanaman kembali subur.

3. Rotasi Tanaman Rotasi tanaman adalah  salah satu upaya yang dilakukan untuk  mempertahankan kesuburan tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanam jenis tanaman yang berbeda pada tempat yang sama secara bergantian.

4. Penggunaan Pupuk Seperlunya

5. Penggunaan pupuk buatan seperti urea, ZA, dan NSP yang berlebihan sangat merusak lingkungan karena dapat menyebabkan eutrofikasi dan dapat meningkatkan keasaman tanah.Sebaiknya, petani menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang untuk mengurangi pencemaran tanah.

6. Pembuatan Sengkedan

7. Salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan tanah karena erosi adalah dengan pembuatan sengkedan di tanah berbidang miring, seperti lereng bukit dan pegunungan. Mengapa sengkedan ini dapat mengurangi erosi? Diskusikan dengan teman sekelompokmu.

8. Reboisasi adalah  penanaman kembali lahan-lahan yang gundul. Hal ini dilakukan untuk mengatasi erosi karena akar-akar pohon dapat menyerap air dan menahan tanah agar tidak terbawa air hujan.

9. Daur Ulang Saat ini banyak sekali produk daur ulang yang bisa dipakai kembali.Pendaur-ulangan sampah-sampah rumah tangga dan sampah dari pasar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Biasanya sampah pasar berupa sayur-sayuran yang telah membusuk. Jika diolah kembali dan ditambah kotoran hewan akan menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman.

Bab 3

PENUTUP

A. Kesimpulan.

Dari beberapa urain di ataas dapat di simpulkan bahwa pencemaran lingkungan,merupakan pencemaran yang bisa mengakibatkan kerusakan di bumi ini, bila lingkungan ini rusak maka kehidupan ini akan musnah.

B. Saran

setelah membaca makalah ini di harapkan para pembaca bisa mengerti dan sadar akan kesehatan lingkungannya masing-masing dan tidak mencemari lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian+pencemaran+lingkungan+menurut+tokoh&source=web&cd=6&ved=0CF0QFjAF&url=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream%2F123456789%2F21275%2F3%2FChapter%2520II.pdf&ei=FgyyT82aI8GsiAfRnfH4CA&usg=AFQjCNEUPK2U5444lihtNp4-HeVKrxNH8w

http://skaterfm.blogspot.com/2012/04/bahan-makalah-pencemaran-lingkungan-dan.html

http://hend-learning.blogspot.com/2009/04/pencemaran-lingkungan.html

http://zaifbio.wordpress.com/2010/02/11/kepadatan-penduduk-dan-pencemaran-lingkungan/

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran_lingkungan/sumber-sumber-terjadinya-pencemaran/

kebenaran dari seorang cowok masa kini

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah.

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak.

Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.

Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.

Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.

Luar biasa!!!

Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.

Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”

Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.

Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…

Maka Anda target kami berikutnya!!!

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.

Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.

Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.

Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.

Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda! Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda! Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!

kesehatan

ARITMIA

Aritmia adalah gangguan pembentukan dan atau penghantaran impuls.

BATASAN : DEVIASI ABNORMAL DARI IRAMA

SINUS NORMAL: GANGGUAN PEMBENTUKAN IMPULS DAN ATAU               GANGGUAN KONDUKSI LISTRIK JANTUNG

KLASIFIKASI

GANGGUAN PEMBENTUKAN IMPULS (GPI) :

  1. GPI DI SA node (SINUSTAKIKARDI,SINUSBRADIKARDI,& SINUS ARITMIA)

2.    GPI DI ATRIAL

    (ATRIAL EKSTRA SISTOLE DAN PARASISTOLE,ATRIAL TAKIKARDI,ATRIAL FLUTTER,ATRIAL FIBRILASI DAN PEMACU KELANA ATRIAL = WONDERING PACE MAKER).

3. GPI DI PENGHUBUNG A-V

    (NODAL EKSTRA SISTOLE DAN PARASISTOLE,VENTRIKULAR TAKIKARDI,VENTRIKULAR FIBRILASI DAN VENTRIKULAR ESCAPE).

 

GANGGUAN SISTEM KONDUKSI

  1. BLOK KONDUKSI

1.1. BERDASAR TEMPAT BLOK

     (BLOK S-A, BLOK A-V,BLOK FASIKULAR, BLOK CABANG BERKAS DAN BLOK INTRAVENTRIKULAR = IVCD)

1.2. BERDASAR DERAJAD BLOK

     (DERAJAD I,II – MOBITZ I/II, III – TOTAL AV BLOK)

  1. AKSESORI KONDUKSI

(JALUR KENT = WPW SINDROM, JALUR JAMES = LGL SINDROME DAN JALUR MAHAIM)

PENYEBAB

1. JANTUNG NORMAL ORANG SEHAT

    SINUSBRADI/TAKIKARDIA,SINUS ARITMIA,PAC,PVC,PJC.

2. JANTUNG NORMAL DENGAN FAKTOR PRESIPITASI

    TAKUT,CEMAS,GELISAH,LATIHAN FISIK,DEMAM,NYERI,ANEMIA,DEHIDRASI,HIPERSENSITIF VAGAL,INFEKSI,HORMON TIROID,OBAT-OBATAN,TINDAKAN MEDIS,GANGGUAN ELEKTROLIT DAN ASAM BASA.

  1. JANTUNG ABNORMAL SEBAGAI PENYEBAB ARITMIA (MACAM-MACAM PENYAKIT JANTUNG DAN TINDAKAN / MANIPULASI JANTUNG).

     

     

    DIAGNOSA

    GEJALA KLINIS

  • SANGAT SUBYEKTIF
  • KELUHAN YANG SERING :
    • BERDEBAR, DETAK JANTUNG SERING TERHENTI/MELOMPAT, LETIH, CEPAT LELAH, PUSING, GANGGUAN KESADARAN, PINGSAN/ SINKOPE, KEJANG, KELUMPUHAN, dll
  • KELUHAN LAIN :
    • AKIBAT PENYAKIT DASAR,AKIBAT KOMPLIKASI ARITMIA DAN ADANYA FAKTOR PRESIPITASI (NYERI DADA, SESAK NAPAS, INFEKSI, DEMAM, GELISAH, dll)

    PEMERIKSAAN FISIK

  • NADI CEPAT, LAMBAT, TIDAK TERATUR,

        ADA DENYUT NADI YANG HILANG.

  • PEMERIKSAAN JANTUNG NORMAL/ABNORMAL (BISING JANTUNG, dll).

    PEMERIKSAAN ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG)

  • DIAGNOSA PASTI ARITMIA SEKALIGUS JENIS ARITMIA.
  • EKG KONVENSIONAL 12 SANDAPAN/SANDAPAN II PANJANG,MONITOR EKG,HOLTER MONITOR (EKG 24 JAM), dll.

     

    PENATALAKSANAAN

  1. TIDAK SEMUA ARITMIA PERLU DIOBATI
  2. JENIS ARITMIA TIDAK SELALU MENENTUKAN PENGOBATAN AGRESIF
  3. PENGOBATAN FAKTOR PRESIPITASI DAN PENYAKIT JANTUNG YANG MENDASARI
  4. PERLU DITENTUKAN JENIS ARITMIA, PENYEBAB DAN AKIBAT ARITMIA.
  5. INDIKASI PEMBERIAN OBAT ANTIARITMIA HARUS TEPAT (INGAT OBAT ANTIARITMIA DAPAT SEBAGAI PENYEBAB ARITMIA = PRO-ARITMIA).
  6. ARITMIA GAWAT ATAU CENDERUNG MENJADI GAWAT HARUS DIBERI PENGOBATAN SECARA AGRESIF DAN HARUS TERSEDIA DEFIBRILATOR.
  7. ALAT PACU JANTUNG TRANSKUTAN/TRANSVENA/ PERMANENT MUNGKIN DIPERLUKAN.

CARA PENANGANAN

  1. NON-FARMAKOLOGI TERAPI (PSIKOTERAPI,MANUVER VAGAL,RESUSITASI)
  2. OBAT-OBATAN ANTIARITMIA
  3. TERAPI ALEKTRIK

    (CARDIOVERSI,DC SHOCK/DEFIBRILASI)

4. ABLASI

5.    PACEMAKER , PEMASANGAN AUTOMATIC IMPLANTABLE CARDIOVERTER/DEFIBRILATOR)

6.    OPERASI

 

 

 

kesehatan

Anemia Pada Kehamilan

 

Anemia pada kehamilan adalah anemia kerena kekurangan zat besi, jenis anemia yang pengobatannya relatif muada, bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia hamil disebut “potensial danger to mother and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian nserius ndari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan.

Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan 3,8% pada trisemester I, 13,6% trisemester II, dan 24,8% pada trisemester III. Akrib sukarman menemukan sebesar 40,1% di bogor. Bakta menemukan anemia hamil sebesar 50,7% di puskesmas kota denpasar sedangkan sindhu menemukan sebesar 33,4% di puskesmas mengawi. Simanjuntak mengemukakan bahwa sekitare 70% ibu hamil di indonesia menderita anemia kekurangan gizi. Pada pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa kebanyakan anemia yang diderita masyarakat adalah karena kekurangan zat besi yang dapat diatasi melalui pemberian zat besi secara teratur dan peningkatan gizi. Selain itu di daerah pedesaan banyak dijumpai ibu hamil dengan malnutrisi atau kekurangan gizi, kehamilan dan persalinan dengan jarak yang berdekatan; dan ubu hamil dengan pendidikan dan tingkat sosial ekonomi rendah.

 

KEBUTUHAN ZAT BESI PADA WANITA HAMIL

Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari laki-laki karena terjadi menstruasi dengan perdarahan sebanyak 50 sampai 80 cc setiap bulan dan kehilangan zat besi sebesar 30 sampai 40 mgr. Di samping itu kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Makin sering seseorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemis.

Sebagai gambaran banyak kebutuhan zat besi pada setiap kehamilan perhatikan bagan berikut:

Meningkatkan sel darah ibu                    500 mgr Fe

Terdapat dalam plasenta                    300 mgr Fe

Untuk darah janin                        100 mgr Fe

                Jumlah                900 mgr Fe

Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Pada kehamilan relatif terjadi anemia karena darah ibu hamil mengalami hemodilusi (pengenceran) dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang puncaknya pada kehamilan 32 sampai 34 minggu. Jumlah peningkatan sel darah 18% sampai 30%, dan hemoglobin sekitar 19%. Bila hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11 gr% maka dengan terjadinya hemodilusi akan mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan Hb ibu akan menjadi 9,5 sampai 10 gr%.

Setelah persalinan dengan lahirnya plasenta dan perdarahan ibu akan kehilangan zat besi sekitar 900 mgr. Saat laktasi, ibu masih memerlukan kesehatan jasmani yang optimal sehingga dapat menyiapkan ASI untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dalam keadaan anemia, laktasi tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan baik.

DIAGNOSIS ANEMIA PADA KEHAMILAN

    Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan di dapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang kunang, dan keluhan mual-muntah lebih hebat pada hamil muda.

    Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sahli. Hasil pemeriksaan Hb dengan Sahli dapat digolongkan sebagai berikut :

        Hb 11 gr%                    tidak anemia

        9-10 gr%                    anemia ringan

        7-8 gr%                        anemia sedang

        < 7 gr%                        anemia berat

    Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trisemester I dan ytrisemester III. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar ibu hamil m,engalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyakj 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.

 

BENTUK-BENTUK ANEMIA

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah sebagai berikut :

  1. Komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari :
  • Protein, glukosa, dan lemak
  • Vitamin B`12,B6, asam folat, dan vit.C
  • Elemen dasar: Fe, ion Cu dan zink.
  1. Sumber pembentukan darah
  • Sumsum tulang
  1. Kemampuan reabsorsi usus halus terhadap bahan yang diperlukan.
  2. Umur sel darah merah (eritrosit) terbatas sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah yang sudah tua dihancurkan kembali menjadi bahan baku untuk membentuk sel darah yang baru.
  3. Terjadinya perdarahan kronik (menahun):
  • Gangguan menstruasi
  • Penmyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita seperti mioma uteri, polip serviks, penyakit darah
  • Parasit dalam usus: askariasis, ankilostomiasis, taenia

Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, anemia dapat di golongkan menjadi:

  1. Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi)
  2. Anemia megaloblastik (kekurangan vitamin B12)
  3. Anemia hemolitik (pemecahan sel-sel darah lebih cepat dari pembentukan)
  4. Anemia hipoplastik (gangguan pembentukan sel-sel darah)

PENGARUH ANEMIA PADA KEHAMILAN DAN JANIN

  1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan
    1. Bahaya selama kehamilan:
  • Dapat terjadi abortus
  • Persalinan prematuritas
  • Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
  • Mudah terjadi infeksi
  • Ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 gr%)
  • Mola hidatidosa
  • Hiperemesis gravidarum
  • Perdarahan antepartum
  • Ketuban pecah dini (KPD)
  1. Bahaya saat kehamilan:
  • Ganguan his-kekuatan mengejan
  • Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar
  • Kala dua berlangsung lama sehingga dapat melehkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan
  • Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan perdarahan karena atonia uteri
  • Kala empat dapat terjadi perdarahan pospartum sekunder dan atonia uteri.
  1. Pada kala nifas:
  • Terjadi subinvolusi uteriu menimbulkan perdarahan pospartum
  • Memudahkan infeksi puerperium
  • Pengeluaran ASI berkurang
  • Terjadi dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan
  • Anemia kala nifas
  • Mudah terjadi infesi mamae
  1. Bahaya terhadap janin

    Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bantuk:

  • Abortus
  • Terjadi kematian intrauterin
  • Persalinan prematuritas tinggi
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelahiran dengan dengan anemia
  • Dapat terjadi cacat bawaan
  • Bayi mudah mendapa infeksi sampai kematian perinatal
  • Inteligensia rendah

PENGOBATAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Untuk menghindari terjadinya anemia sebaik ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infaksi parasit. Pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah.

Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat sampai ke posyandu. Contoh preparat Fe diantaranya Barralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal, dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas.

Ilmu kesehatan kanker korpus uteri

Kanker Korpus Uteri

Kanker endometrium adalah keganasan ginekologik yang terbanyak ditemukan, dimana di amerika serikat dua kali lebih sering ditemukan dibanding kersinoma serviks. ini adalah keganasan keempat yng terbanyak ditemukan pada wanita amerika serikat setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. terdapat peningkatan insidensi kanker endometrium pada tahun 1970-an yang mungkin sebagian berkaitan dengan meningkatnya penggunaan esterogen tunggal (unopposed esterogen) oleh wanita pasca menopause. sejak penggunaan esterogen tunggal telah dibatasi, insidensinya turun kembali ke angka semula. kebanyakan tumor yang berhubungan dengan pengobatan ini mempunyai stadium dan tingkat yang rendah, selama 30 tahun terakhir, angka mortalitas keseluruhan telah turun.

EPIDEMIOLOGI DAN ETIOOGI

Umur median untuk kanker endometrium adalah sekitar 60 tahun. faktor risiko yang berhubungan dengan munculnya karsinoma endometrium dicantumkan pada tabel 53-1. Banyak dari faktor-faktor ini berhubungan dengan perangsangan endometrium yang berlangsung lama dengan estrogen tunggal. kalau efek proliferatif esterogen tidak dilawan dengan progestin, hiperprasia endomtrium dan barangkali adenosinoma dapat timbul.

Obesitas mengakibatkan meningktnya aromatis diluar ovarium dari androstenedion menjadi eston. Androstedion disekresi oleh kelenjar adrenal, sementara meningkatnya perubahan perifer terutama trjadi pada depot lemak tetapi juga terjadi pada hati, ginjal, dan otot rangka. Tumor sel teka granulosa pada ovarium menghasilkan estrogen, dan sampai 15 persen dari penderita tumor ini juga mengidap kanker endometrium.

Perangsangan esterogen tunggal juga terjadi pada pasien anovulatori pra-menopause, misalnya pada mereka yang mengalami sindroma ovarium polikistik (sindroma Stein-Leventhal), dan pada wanita yang memekan pengganti estrogen pasca menopause tanpa progestin untuk gejala menopause. Dalam kelompok yang berakhir ini, risiko berkembangnya kanker tampaknya bergantung pada dosis dan bergantung pada lama pemakaian. Peningkatan resiko ini bervariasi dari dua kali hingga 14 kali lipat dibandingkan dengan bukan pemakai. penambahan progestin oral selama 10 sampai 14 hari terakhir dari suatu bulan akan menyingkirkan resiko ini. wanita muda yang menggunakan kontrasepsi oral terbukti mempunyai insidensi yang lebih rendah terhadap kanker endometrium di kemudian hari.

PENYARINGAN PADA WANITA YANG ASIMPTOMATIK

Penyaringan sitologik terhadap kanker endometrium pada wanita yang asiptomatik tidak begitu efektif dibanding penyaringan terhadap kanker erviks, karena sekitar 40 persen saja dari kasus mempunyai sel adenokarsinoma yang dideteksi pada sediaan apus papanicolaou. selain itu, penarikan contoh endometrium secara rutin pada semua wanita pasca menopause ternyata tidak praktis atau efektif-biaya. teknik pasien poliklinik untuk penarikan contoh endometrium antara lain adalah penggunaan kuret kevorkian, aspirator Vabra, pencuci dorong Gravlee, dan kanula Pipelle. Teknik ini mempunyai ketelitian diagnostik sekitar 90 persen.

Pasien pra-menepause yang mengalami anovulasi kronis harus menjalani pengambilan contoh endometrium secara berkala untuk menyingkirkan hiperplasia endometrium atau karsinoma. demikian juga, wanita pasca-menopause yang menerima terapi esterogen yang tunggal idealnya harus menjalani biopsi endometrium setiap tahun. pasien berisiko tinggi yang lain, misalnya mereka yang kegemukan, nulipara, hipertensif, diabetes, atau yang mempunyai riwayat keluarga adenokarsinoma, juga harus menjalani pengambilan contoh endometrium.

GEJALA

Gejala yang paling lazim dari kanker endometrium adalah perdarahan vagina yang abnormal; ini terjadi pada 90 persen dari pasien semacam itu. perdarahan pasca menepause selalu abnormal dan harus diselidiki. Keadaan yang paling lazim yang berhubungan dengan perdarahan pasca menopause tercantum pada tabel 53-2. Meskipun peristiwa tunggal munculnya bercak-bercak vagina paling mungkin diakibatkan oleh lesi yang tak ganas, doketr harus menyingkirkan adanya keganasan. Semakin tua pasien, semakin mungkin dia menderita kanker. Pada pasien pra-menepause, terutama setelah berumur 35 tahun, menorgia atau perdarahan haid dapat mengisyaratkan adanya lesi endometrium.

TANDA-TANDA

Pemeriksaan fisik umunya dapat mengungkapkan obesitas, hipertensi, dan stigmata diabetes mellitus. bukti penyakit metastatik bersifat luar biasa pada gejala awal, tetapi dada harus diperksa untuk mencari ada tidaknya efusi dan perut dipalpasi dan dipukul secara hati-hati untuk menyingkirkan asites, hepatosplenomegali, atau bukti adanya massa pada perut bagian atas. Setiap bukti limfadenopati umum harus dicari.

Pada pemeriksaan pelvis, alat kelamin luar biasanya normal. Vagina dan serviks biasanya juga normal tetapi harus diperiksa dan dipalpasi secara hati-hati untuk mencari ada tidaknya bukti keterlibatan. Mulut serviks yang terbuka atau serviks keras yang meluas dapat menunjukkan meluasnya penyakit dari korpus serviks. Rahim mungkin berukuran normal atau membesar, tergantung pada tingkat penyakit itu dan ada tidaknya keadaan rahim yang lain, misalnya adenomiosis atau fibroid. Adneksa dengan hati-hati dipalpasi untuk mencari ada tidaknya bukti metastasis ekstrauterin atau neoplasma ovarium. Tumor sel granulosa atau karsinoma ovarium endometrioid kadang-kadang dapat ada bersama-sama dengan kanker endometrium.

Tabel 53-2 Etiologi Perdarahan Pasca Menepause

Faktor

Perkiraan Persentase 

Eksterogen eksogen 

30 

Endometritis/vaginalis yang mengalami atrovi 

30 

Kankerendometrium 

15 

Polip endometrium atau servikal 

10 

Hiperplasia endometrium 

Bermacam-macam (misalkan,kanker seviks,sarkoma rahim,karunkula uretra,cedera)

10 

 

 

 

 

 

DIAGNOSIS

Setiap wanita yang mengalami perdarahan pasca menepause harus menjalani sediaan apus papanicalaou, kuretase endoserviks, dan biopsi endometrium yang dilakukan dalam poliklinik. Kalau biopsi endometrium negatif atau memeperlihatkan hiperplasia endometrium, dilatasi dan kuretase fraksional harus dilakukan dibawah anestesia umum atau direncanakan suatu histeroskopi pada pasien piloklinik. Spesimen dari endometrium dan endoserviks harus dikirimkan secara terpisah bagi keperluan evaluasi histologi untuk mementukan apakah tumor melus ke endoserviks. Diagnosis kanker endometrium pada pasien pra-menopause membutuhkan indeks kecurigaan yang tinggi, tetapi pada seorang pasien dengan faktor-faktor resiko tinggi dan perdarahan rahim yang abnormal, harus dilakukan pemeriksaan serupa. Lesi yang sangat nyata pada serviks atau vagina harus dilakukan biopsi secara langsung.

PENENTUAN STADIUM

Federasi Internasiol Ahli Ginekologi dan Obstetrik (FIGO) telah mengubah dari sistem penentuan stadium klinik menjadi pemdedahan untuk kanker endometrium. Penentuan stadium klinik lama diperlihatkan pada tabel 53-3, sementara penentuan stadium pembedahan yang baru, berdasarkan pemastian patologik atas tingkat penyebarannya, diperlihatkan pada tabel 53-4.

PENYELIDIKAN SEBELUM PEMBEDAHAN

Selain pemeriksaan fisik yang menyeluruh, uji darah harus mencakup hitung darah lengkap, enzim hati, elektrolit seru, nitrogen ureum darah, kreatinin serum, dan profil koagulasi/pembekuan. Urinalisa rutin juga harus diperoleh. Penelitian radiologik mencakup radiografi dada dan radiografik tulang jika terdapat nyeri tulang. Uji radigrafik tambahan yang mencakup skan tomografik komputer (CT) abdominopelvik, pielogram intra vena (IVP), dan barium enema hanya dilakukan kalau diindikasikan. Pemeriksaan guaiak tinja harus dilakukan untuk darah menguji darah yang samar.

PATOLOGI

Terdapat beberapa jenis hisstologi karsinoma endometrium. sekitar 75 persen kasusu adalah adenokarsinoma murni. Bila terdapat unsur skuamosa yang benigna, tumor itu kadang-kadang disebut adenoakantoma. Lesi yang berisi epitel skuamosa yang ganas disebut karsinoma adenosquamosa dan mempunyai prognosisi yang lebih buruk. Lebih jarang lagi, sel yang jernih, karsinoma squamosa, atau karsinoma serosa papiler terjadi pada endometrium. Penyakit-penyajit itu juga membawa pronosis yang buruk.

Adenokarsinoma invasif pada endometrium menunjukkan pembentukan kelenjar proliferatif dengan sedikit atau tanpa gengguan stroma. derajat tumor ditentukan oleh tingkat kelainan dari arsitektur kelenjar. Lesi yang berdiferensiasi baik (derajat 1) membentuk suatu pola kelenjar yang mieip dengan kelenjar endometrium yang normal. Lesi yang berdiferensiasi sedang (derajat 2) mempunyai stuktur kelenjar yang bercampur dengan daerah papiler, dan kadang-kadang daerah padat, daerah tumor. Pada lesi yang berdiferensiasi buruk (derajat 3), struktur kelenjar sebagian besar telah menjadi padat dengan kekurangan relatif atas kelenjar endometrium yang dapat diidentifikasi.

POLA PENYEBARAN

Kanker endometrium menyebar dengan cara (1) penjalaran langsung, (2) eksfoliasi yang disebarkan melalui tuba falopii ke rahim, (3) diseminasi limfatik, dan (4) diseminasi hematogen.

Jalur penyebaran yang paling lazim adalah penjalaran tumor langsung ke struktur yang bersebelahan.Tumor dapat menyerang melalui miometrium dan akhrirnya menembus serosa. Ini juga dapat berkembang ke bawah dan melibatkan serfiks. Meskipun sangat jarang terjadi, pelajaran langsung yang progresif akhirnya dapat melibatkan vagina, parametrium, rektum, atau kandung kemih. Sel eksfolisasi yang melewati tuba falopii dapat berimplantasi pada ovarium, peritoneum, rektu atau kandung kemih. Sel eksfolisasi yang melewati tuba falopii dapat berimplikasi pada ovarium, peritonium visera atau parietal, atau omentum.

Penyebaran limfatik paling sering terjadi pada pasien yang menderita penetrasi miometrium yang bermakna. Penyebaran terutama terjadi pada kelenjar-kelenjar getah bening pelvis dan sesudah itu kelenjar-kelenjar getah bening periaorta. insidensi dari metastasis kelenjar getah bening bergantunng pada derajat tumor dan kedalaman invasi

Ilmu kesehatan

TRANSPLANTASI ORGAN DAN JARINGAN TUBUH

By. Zosi prastiawan

 

TRANSPLANTASI ORGAN DAN
JARINGAN TUBUH

I.DEFINISI

Transplantasi organ dan jaringan tubuh manusia merupakan tindakan medik yang sangat bermanfaat bagi pasien dengan ganguan fungsi organ tubuh yang berat.
Ini adalah terapi pengganti (alternatif) yang merupakan upaya terbaik untuk menolong pasie dengan kegagalan organnya,karena hasilnya lebih memuaskan dibandingkan dan hingga dewasa ini terus berkembang dalam dunia kedokteran,namun tindakan medik ini tidak dapat dilakukan begitu saja,karena masih harus dipertimbangkan dari segi non medik,yaitu dari segi agama,hokum,budaya,etika dan moral.kendala lain yang dihadapi Indonesia dewasa ini dalam menetapkan terapi transplatasi,adalah terbatasnya jumlah donor keluarga (Living Related Donor,LRD)dan donasi organ jenazah.karena itu diperlukan kerjasama yang saling mendukung antara para pakar terkait(hulum,kedokteran,sosiologi,pemuka agama,pemuka masyarakat),pemerintah dan swata.

II.JENIS-JENIS TRANSPLANTASI

Kini telah dikenal beberapa jenis transplantasi atau pencangkokan ,baik berupa cel,jaringan maupun organ tubuh yaitu sebagai berikut:

1.TRANSPLANTASI AUTOLOGUS
Yaitu perpindahan dari satu tempat ketempat lain dalam tubuh itu sendiri,yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi,

 

2.TRANSPLANTASI ALOGENIK
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang sama spesiesnya,baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga,

3.TRANSPLANTASI SINGENIK
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang identik,misalnya pada gambar identik,

4.TRANSPLANTASI XENOGRAFT
Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang tidak sama spesiesnya.

Organ atau jaringan tubuh yang akan dipindahkan dapat diambil dari donor yang hidup atau dari jenazah orang yang baru meninggal dimana meninggal sendiri didefinisikan kematian batang otak,
– Organ-organ yang diambil dari donor hidup seperti : kulit ginjal sumsum tulang dan darah (transfusi darah).
-Organ-organ yang diambil dari jenazah adalah jantung,hati,ginjal,kornea,pancreas,paru-paru dan sel otak.
Dalam 2 dasawarsa terakhir telah dikembangkan tehnik transplantasi seperti transplantasi arteria mamaria interna dalam operasi lintas koroner oleh George E. Green. dan Parkinson

A.SEL INDUK

Berasal dari bahasa inggris (stem cell) merupakan sel yang belum berdeferensiasi dan mempunyai potensi untuk dapat berdeferensiasi menjadi jenis sel lain.kemampuan tersebut memungkinkan sel induk mrnjadi sistem perbaikan tubuh dengan menyediakan sel-sel baruselama organisne bersangkutan hidup.
Peneliti medis meyakini bahwa penelitian sel induk berpotensi untuk mengubah keadan penyakit manusia deangan cara digunakan perbaikan jaringan atau organ tubuh tertentu,hal ii tampaknya belum benar-benar diwujudkan dewasa ini.
Penelitian sel induk dapat dikatakan dimulai pada tahun 1960_an setelah dilakukannya penelitian oleh ilmuan kanada,Ernest A.McCulloch dan James E.Till.

B.MACAM-MACAM SEL INDUK

Berdasarkan potensi :
• Sel induk ber-totipotensi (toti=total)
• Sel induk ber-multipotensi
• Sel induk ber-unipotensi (uni-tunggal)

Berdasarkan asalnya :
 Sel induk embrio (embrio stem cell)
 Sel induk dewasa (adult stem cell)

Menurut sumbernya transplantasi sel induk dapat dibagi menjadi :

Transplantasi sel induk dari sumsum tulang (bone marrow transplantation)
Sumsun tulang adalah jaringan spond yang terdapat dalam tulang-tulang besar seperti tulang pinggang,tulang dada,tulang punggung dan tulang rusuk.
Sumsum tulang merupakan sumber yang kaya akan sel induk hematopoetik.

Transplantasi sel induk darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)
Peredaran tepi merupakan sumber sel induk walaupun jumlah sel induk yang terkandung tidak sebanyak pd sumsum tulang.untuk jumlah sel induk mencukupi suatu transplantasi.biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF). Transplantasi dilakukan dengan proses yang disebut Aferesis.

Transplantasi sel induk darah tali pusat
Darah tali pusat mengandung sejulah sel induk yang bermakna dan memiliki keunggulan diatas transplantasi sel induk dari sumsum tulangatau dari darah tepi bagi pasien-pasien tertentu.Transplantasi sel induk dari darah tali pusat telah mengubah bahan sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah sumber yang dapat menyelamatkan jiwa.

III.ASPEK HUKUM TRANSPLANTASI

Dari segi hukum ,transplantasi organ,jaringan dan sel tubuh dipandang sebagai suatu hal yang mulia dalam upaya menyehatkan dan mensejahterakan manusia,walaupun ini adalah suatu perbuatan yang melawan hukum pdana yaitu tindak pidana penganiayaan.tetapi mendapat pengecualian hukuman,maka perbuatan tersebut tidak lagi diancam pidana,dan dapat dibenarkan.

Dalam PP No.18 tahun 1981 tentana bedah mayat klinis, beda mayat anatomis dan transplantasi alat serta jaringan tubuh manusia tercantum pasal tentang transplantasi sebagai berikut:

Pasal 1.
c. Alat tubuh manusia adalah kumpulan jaringan-jaringa tubuh yang dibentuk oleh beberapa jenis sel dan mempunyai bentuk serta faal (fungsi) tertentu untuk tubuh tersebut.

d. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mmempunyai bentuk dan faal (fungsi)yang sama dan tertentu.

e. Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat dan atau jaringan tubuh ynag tidak berfungsi dengan baik.
f. Donor adalah orang yang menyumbangkan alat atau jaringan tubuhnya kepada orang lain untuk keperluan kesehatan.

g. Meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak,pernafasan,dan atau denyut jantung seseorang telah berhenti.
Ayat g mengenai definisi meninggal dunia kurang jelas,maka IDI dalam seminar nasionalnya mencetuskan fatwa tentang masalah mati yaitu bahwa seseorang dikatakan mati bila fungsi spontan pernafasan dan jantung telah berhenti secara pasti atau irreversible,atau terbukti telah terjadi kematian batang otak.

Pasal 10.
Transplantasi organ dan jaringan tubuh manusia dilaukan dengan memperhatikan ketentuan yaitu persetujuan harus tertulis penderita atau keluarga terdekat setelah penderita meninggal dunia.

Pasal 11
1.Transplantasi organ dan jaringan tubuh hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ditunjukolehmentri kesehatan.
2.Transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia tidak boleh dilakukan oleh dokter yang merawat atau mengobati donor yang bersangkutan

Pasal 12
Penentuan saat mati ditentukan oleh 2 orang dokter yang tudak ada sangkut paut medik dengan dokter yang melakukan transplantasi.

Pasal 13
Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksudkan yaitu dibuat diatas kertas materai dengan 2(dua) orang saksi.

Pasal 14
Pengambilan alat atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi atau bank mata dari korban kecelakaan yang meninggal dunia,dilakukan dengan persetujuan tertulis dengan keluarga terdekat.

Pasal 15
1.Senbelum persetujuan tentang transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia diberikan oleh donor hidup,calon donor yang bersangkutan terlebih dahulu diberitahu oleh dokter yang merawatnya,termasuk dokter konsultan mengenai operasi,akibat-akibatya,dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
2.Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus yakin benar ,bahwa calon donor yang bersangkutan telah meyadari sepenuhnya arti dari pemberitahuan tersebut.

Pasal 16
Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak dalam kompensasi material apapun sebagai imbalan transplantasi.

Pasal 17
Dilarang memperjual belikan alat atau jaringan tubuh manusia.

Pasal 18
Dilarang mengirim dan menerima alat dan jaringan tubuh manusia dan semua bentuk ke dan dari luar negeri.

Selanjutnya dalam UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan dicantumkan beberapa oasal tentang transplantasi sebagai berikut:
Pasal 33.
1.Dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan transplantasi organ dan jaringan tubuh,transfuse darah ,imflan obat dan alat kesehatan,serta bedah plastic dan rekontruksi.
2.Transplantasi organ dan jaringan serta transfuse darah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan kemanusiaan yang dilarang untuk tujjuan komersial.

Pasal 34
1.Transplantasi organ dan jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan disaran kesehatan tertentu.
2.Pengambilan organ dan jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan donor yang bersangkutan dan ada persetujuan ahli waris atau keluarganya.
3.Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

 

IV.ASPEK ETIK TRANSPLANTASI
Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk menolong seorang pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuhnya.dari segi etik kedokteran tindakan ini wajib dilakukan jika ada indikasi,berlandaskan dalam KODEKI,yaitu:
Pasal 2.
Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi.
Pasal 10.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan kewajibannya melindungi hidup insani.

Pasal 11.
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita.

Pasal-pasal tentang transplantasi dalam PP No. 18 tahun 1981,pada hakekatnya telah mencakup aspek etik,mengenai larangan memperjual belikan alat atu jaringan tubuh untuk tujuan transplantasi atau meminta kompensasi material.
Yang perlu diperhatikan dalam tindakan transplantasi adalah penentuan saat mati seseorang akan diambil organnya,yang dilakukan oleh (2) orang doteryang tidak ada sangkt paut medik dengan dokter yang melakukan transplantasi,ini erat kaitannya dengan keberhasilan transplantasi,karena bertambah segar organ tersebut bertambah baik hasilnya.tetapi jangan sampai terjadi penyimpangan karena pasien yang akan diambil organnya harus benar-benar meninggal dan penentuan saat meninggal dilakukan dengan pemeriksaan elektroensefalografi dan dinyatakan meninggal jika terdapat kematian batang otak dan sudah pasti tidak terjadi pernafasan dan denyut jantung secara spontan.pemeriksaan dilakukan oleh para dokter lain bukan dokter transplantasi agar hasilnya lebih objektif.